Deschamps diminta mundur dari Pelatih Timnas Prancis

Deschamps diminta mundur dari Pelatih Timnas PrancisTerdapat beberapa faktor yang menjadikan Prancis sebagai juara Piala Dunia 2018. Seperti pemain yang bertalenta, kerja sama tim, dan semangat juang yang tinggi. Kehadiran Didier Deschamps sebagai orang yang menyusun strategi juga salah satu faktor kemenangan Prancis. Tetapi meskipun Deschamps berhasil membawa timnas Prancis menjadi juara ternyata ada pihak yang tidak senang dengan permainan Les Bleus. Malah pihak ini meminta Deschamps untuk mundur dari pelatih.

Sebelumnya Prancis berhasil mengukir sejarah kemenangan dengan memenangkan trofi Piala Dunia setelah mengalahkan Kroasia 4-2. Keempat gol tersebut diciptakan oleh kaki-kaki pemain bertalenta Prancis yaitu Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Paul Pogba, dan tentu saja gol bunuh diri yang dilakukan pemain Kroasia, Mario Mandzukic.
Meskipun berhasil mengakhiri turnamen sebagai pemenang, tetapi ada juga orang yang tidak menyukai penampilan Prancis. Sebut saja seperti Deja Lovren, Bek Kroasia.
Lovren secara menyatakan secara langsung bahwa dirinya tidak suka dengan strategi yang diterapkan timnas Prancis.
Kemudian kritikan lain datang dari sosok yang berasal dari Prancis. Sosok ini bernama Hatem Ben Arfa, mantan pemain timnas Prancis. Dirinya merasa taktik yang digunakan Prancis untuk menang itu tidak pantas digunakan.
Kenapa? Ben Arfa mengatakan kalau strategi Didier Deschamps bisa berdampak negative di masa depan nanti. Soalnya banyak timnas-timnas lain yang nantinya akan mengikuti taktik yang digunakan Deschamps.
Meskipun Ben Arfa mengakui taktik yang digunakan Deschamps merupakan taktik yang sangat efisien tetapi pemain lain akan mencontoh dari Prancis dan nantinya akan lahir sebuah peraturan tidak tertulis baru yang akan digunakan timnas lain.
Tentu saja tidak akan seru jika seandainya seluruh timnas akan bermain bertahan sepanjang pertandingan. Itulah sebabnya Ben Arfa tidak menyukai Deschamps
“Les Blues adalah penjudi, yang memanfaatkan semua kesalahan lawannya,” ucap Ben Arfa.
Ben Arfa juga kagum dengan prestasi yang didapatkan oleh tim asuhan Deschamps. Tetapi dia menganjurkan kepada pelatih berumur 49 tahun tersebut untuk mengikuti langkah pelatih Prancis sebelumnya, Zinedine Zidane.
Langkah yang dimaksud ini adalah memundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih Prancis.
Hal ini diucapakn Ben Arfa supaya pemain-pemain muda yang ada dalam tim bisa mengerahkan potensi-potensi mereka dengan bebas.

“Dengan begitu [mengundurkan diri], penerusnya bisa mengerahkan potensial dari tim, dan membuat para pemain muda yang mengesankan bebas menunjukkan permainan indahnya seperti Brasil,” pungkasnya.
Walaupun kisah timnas Brasil di Piala Dunia 2018 terhenti ketika melawan Belgia pada babak perempat final.